SILUMANEWS.COM – Jakarta, 3 Mei 2026 – Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) menyambut pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru. Namun, di balik ucapan selamat tersebut, KAWALI menyampaikan pesan tegas terkait krisis pengelolaan sampah nasional yang kian mendesak.
Indonesia tengah mengarah pada target besar dalam RPJMN 2025–2029, yakni capaian pengelolaan sampah nasional sebesar 63,41 persen pada tahun 2026. Target ini mencerminkan komitmen menuju keadilan ekologis serta lingkungan yang tertata, bersih, dan sehat bagi seluruh masyarakat. Pemerintah juga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh dalam tata kelola sampah, mulai dari limbah domestik rumah tangga hingga limbah industri, baik B3 maupun non-B3.
Namun, ambisi tersebut kini berhadapan dengan realitas di lapangan. Praktik pembuangan terbuka (open dumping) di berbagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih berlangsung dan menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan. Target penghapusan open dumping pada 2026 berisiko tidak tercapai.
Sejumlah TPA di berbagai daerah bahkan telah melampaui kapasitas, mencemari air tanah, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memperburuk krisis iklim. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola pengelolaan lama tidak lagi dapat dipertahankan. Kegagalan melakukan transformasi akan berdampak langsung pada kesehatan publik dan kualitas lingkungan hidup.
Melalui Kepala Bidang Riset dan Program, Syahreza, KAWALI menegaskan bahwa Menteri Jumhur Hidayat harus melampaui pendekatan administratif dan segera melakukan langkah percepatan yang konkret dan terukur.
KAWALI mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk:
1. Menghentikan total praktik open dumping dengan memastikan seluruh TPA beralih ke sanitary landfill atau teknologi pengolahan ramah lingkungan sebelum akhir 2026.
2. Mempercepat pengawasan limbah industri, khususnya B3 dan non-B3, agar tidak mencemari lingkungan domestik.
3. Memimpin transformasi tata kelola sampah nasional melalui kolaborasi lintas sektor guna memastikan target 63,41 persen tercapai secara nyata.
“Kami membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar komitmen. Keberhasilan hanya dapat dicapai jika Menteri berani mengurai akar persoalan dan menindak tegas pelanggaran di lapangan,” tegas Syahreza.
KAWALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi dalam menghadapi krisis ini. Kekhawatiran terhadap polusi harus diubah menjadi aksi kolektif demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Salam Hijau, Indonesia Lestari
Syareza Palevi
Kabid Riset, Program dan Kampanye DPN KAWALI












