Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Lain-lain · 3 Mei 2026 10:38 WIB ·

Bom Waktu Sampah Nasional: KAWALI Dorong Langkah Tegas Menteri LH


 Bom Waktu Sampah Nasional: KAWALI Dorong Langkah Tegas Menteri LH Perbesar

SILUMANEWS.COM – Jakarta, 3 Mei 2026 – Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) menyambut pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru. Namun, di balik ucapan selamat tersebut, KAWALI menyampaikan pesan tegas terkait krisis pengelolaan sampah nasional yang kian mendesak.

Indonesia tengah mengarah pada target besar dalam RPJMN 2025–2029, yakni capaian pengelolaan sampah nasional sebesar 63,41 persen pada tahun 2026. Target ini mencerminkan komitmen menuju keadilan ekologis serta lingkungan yang tertata, bersih, dan sehat bagi seluruh masyarakat. Pemerintah juga telah menyatakan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh dalam tata kelola sampah, mulai dari limbah domestik rumah tangga hingga limbah industri, baik B3 maupun non-B3.

Namun, ambisi tersebut kini berhadapan dengan realitas di lapangan. Praktik pembuangan terbuka (open dumping) di berbagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih berlangsung dan menjadi persoalan utama yang belum terselesaikan. Target penghapusan open dumping pada 2026 berisiko tidak tercapai.

Sejumlah TPA di berbagai daerah bahkan telah melampaui kapasitas, mencemari air tanah, serta menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memperburuk krisis iklim. Kondisi ini menunjukkan bahwa pola pengelolaan lama tidak lagi dapat dipertahankan. Kegagalan melakukan transformasi akan berdampak langsung pada kesehatan publik dan kualitas lingkungan hidup.

Melalui Kepala Bidang Riset dan Program, Syahreza, KAWALI menegaskan bahwa Menteri Jumhur Hidayat harus melampaui pendekatan administratif dan segera melakukan langkah percepatan yang konkret dan terukur.

KAWALI mendorong Kementerian Lingkungan Hidup untuk:

1. Menghentikan total praktik open dumping dengan memastikan seluruh TPA beralih ke sanitary landfill atau teknologi pengolahan ramah lingkungan sebelum akhir 2026.
2. Mempercepat pengawasan limbah industri, khususnya B3 dan non-B3, agar tidak mencemari lingkungan domestik.
3. Memimpin transformasi tata kelola sampah nasional melalui kolaborasi lintas sektor guna memastikan target 63,41 persen tercapai secara nyata.

“Kami membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar komitmen. Keberhasilan hanya dapat dicapai jika Menteri berani mengurai akar persoalan dan menindak tegas pelanggaran di lapangan,” tegas Syahreza.

KAWALI juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersinergi dalam menghadapi krisis ini. Kekhawatiran terhadap polusi harus diubah menjadi aksi kolektif demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Salam Hijau, Indonesia Lestari
Syareza Palevi
Kabid Riset, Program dan Kampanye DPN KAWALI

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Pemakaman hingga MBG, Insentif Posyandu Menguat di Reses Yenny

25 Februari 2026 - 13:01 WIB

Setya Arinugroho: PR Untuk PJ Bupati Banyumas Beban Hutang Dana PEN dan Kemiskinan Ekstrim

25 September 2023 - 19:32 WIB

Kolaborasi Pemprov dan PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

31 Agustus 2023 - 14:52 WIB

Anniversary Ke 4 Ojesa Zona Sukabumi Semakin Dipercaya

17 Agustus 2023 - 21:32 WIB

SMA Wahdah Cibinong Usai Dilakukan Visitasi Akreditasi Perdana

4 Agustus 2023 - 23:35 WIB

PKS Sinyalir Ada Mafia Beras Meski Sudah Impor Harga Masih Meroket

23 Januari 2023 - 17:41 WIB

Trending di Lain-lain