Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Advertorial · 22 Feb 2026 14:18 WIB ·

Geliat Industri Tak Sejalan dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal, Komisi III Minta Evaluasi


 Geliat Industri Tak Sejalan dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal, Komisi III Minta Evaluasi Perbesar

SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi melalui Komisi III menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri, khususnya di wilayah Bekasi Utara yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat sebagai kawasan pergudangan dan distribusi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, H. Arif Rahman Hakim, S.H., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam memastikan regulasi penyerapan tenaga kerja lokal (local labor absorption) berjalan optimal.

“Pertanyaan yang paling sering muncul setiap reses adalah soal kerja,” ujar Arif saat menggelar reses di Bekasi Utara, Jumat (13/2/2026). Ia menyebut, aspirasi mengenai akses lowongan kerja di kawasan industri telah menjadi isu rutin yang terus disampaikan warga.

Menurutnya, di tengah menjamurnya kawasan industri dan gudang logistik di wilayah utara kota, masyarakat mempertanyakan sejauh mana peluang kerja benar-benar terbuka bagi warga sekitar. Sejumlah warga dan karyawan industri yang hadir dalam reses tersebut menyampaikan kegelisahan serupa terkait sulitnya menembus lapangan kerja formal.

Bekasi Utara memang mengalami pertumbuhan signifikan di sektor pergudangan dan distribusi. Kehadiran pusat logistik dan kawasan industri diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja.

Namun, di balik geliat investasi tersebut, sebagian warga mengaku belum merasakan dampak langsung berupa kesempatan kerja yang memadai. Mereka berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar permukiman dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Arif menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat makro, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

“Kita ingin ada keseimbangan. Industri berkembang, tapi warga sekitar juga mendapat akses kerja yang adil dan terbuka,” tegasnya.

Komisi III, lanjutnya, akan mendorong evaluasi dan penguatan regulasi agar penyerapan tenaga kerja lokal dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di Kota Bekasi.

(Adv/DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Drainase ke Digitalisasi UMKM, Dua PR Besar Bekasi

25 Februari 2026 - 14:21 WIB

DPRD Warning Disperkimtan: Progres Venue Jangan Molor

25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Dari Jalan Rusak hingga Polder, Aspirasi Rawalumbu Dikawal DPRD

25 Februari 2026 - 13:46 WIB

Wildan: Pembangunan Jangan Hanya Berpihak ke Perumahan

25 Februari 2026 - 13:23 WIB

Cegah Kecanduan Gawai, DPRD Bekasi Ajak Anak Muda Aktif di Pencak Silat

25 Februari 2026 - 11:54 WIB

Reses Anim Diserbu Warga, Jalan Rusak hingga Banjir Jadi Sorotan

25 Februari 2026 - 11:27 WIB

Trending di Advertorial