Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Ekonomi · 30 Jul 2022 17:34 WIB ·

Ancaman PMK, PKS Desak Pemerintah Responsif


 Ancaman PMK, PKS Desak Pemerintah Responsif Perbesar

SILUMANEWS.COM – JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, drh Slamet meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk merespon peringatan Perdana Menteri Selandia Baru terkait ancaman Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang kini sedang mewabah di Indonesia.

Dikutip dari detik.com pihak Selandia Baru akan melakukan skrining ketat guna mencegah masuknya PMK ke negara tersebut yang menurutnya penyakit yang menyerang hewan berkuku belah tersebut bisa mengancam hingga 100 ribu pekerjaan sektor pertanian di Selandia Baru.

Menteri Pertanian Selandia Baru, Damien O’Connor juga sudah memberikan travel warning bagi pelaku perjalanan dari Indonesia hingga Malaysia, untuk tidak melakukan kontak langsung dengan hewan.

Ketua Umum Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) mengaku prihatin karena wabah PMK kini mulai melebar kepersoalan lain seperti perjalanan/travel antar negara mengingat selain Selandia Baru, Australia juga sudah mengeluarkan peringatan serupa kepada pelaku perjalan dari Indonesia.

“Ini yang membuat kita sedih yaitu soal kepercayaan publik kepada pemerintah. Masih jelas ingatkan kita soal penanganan Covid-19 dimana indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat penyebaran yang cukup tinggi sekarang ditambah lagi dengan kasus PMK ini dikhawatirkan akan terus menurunkan citra Indonesia bagi negara-negara lain,” ujarnya kepada awak media di Jakarta Sabtu (30/7/2022).

Politisi senior PKS ini juga meminta pemerintah agar terus melakukan upaya pencegahan melalui vaksinasi hewan ternak serta memberikan bantuan bagi peternak kecil yang terdampak wabah tersebut karena sudah 3 bulan setelah kasus pertama diumumkan ke publik PMK ini telah memukul industri peternakan dalam negeri khususnya bagi para peternak kecil termasuk juga industri susu yang pasokannya terganggu akibat wabah ini. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Heri Koswara Minta Pemkot Bekasi Bergerak Tangani Serius Wabah Demam Berdarah Deungeu (DBD)

9 Mei 2024 - 19:17 WIB

Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2

13 Januari 2024 - 20:37 WIB

Dr. dr. Hj. Titi Masrifahati MKM.,MARS Minta Layanan Screening Cek Kesehatan Digratiskan

18 Desember 2023 - 21:35 WIB

Ribuan Kader Kesehatan Kota Bekasi Tak Punya BPJS Bahkan Ada yang Nunggak!

13 Desember 2023 - 07:55 WIB

Haji Jalal Resmi Luncurkan Outlet Perdana Warung Gizi di Tambun Selatan

3 Desember 2023 - 09:55 WIB

50 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di UNSOED Job Fair 2023

23 Oktober 2023 - 14:45 WIB

Trending di Akademia