Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Internasional · 5 Apr 2026 17:01 WIB ·

MOI: Penutupan Al-Aqsa dan Kekerasan Palestina Bukti Gagalnya Dunia Internasional


 MOI: Penutupan Al-Aqsa dan Kekerasan Palestina Bukti Gagalnya Dunia Internasional Perbesar

SILUMANEWS.COM – Jakarta, Ahad (5/4/2026) — Majelis Ormas Islam (MOI) bersama berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menggelar aksi bertajuk “Berjuta Doa dan Bela untuk Para Syuhada dan Al-Aqsa”. Aksi ini merupakan bentuk duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon Selatan, sekaligus solidaritas terhadap rakyat Palestina dan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataannya, MOI menegaskan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa yang telah berlangsung lebih dari 30 hari menjadi preseden serius. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari delapan abad, umat Islam tidak dapat melaksanakan iktikaf dan Salat Idulfitri di kawasan suci tersebut. Kondisi ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama, hak asasi manusia, serta bentuk penodaan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam.

Selain itu, MOI juga menyoroti pengesahan undang-undang oleh otoritas Zionis Israel yang dinilai melegalkan tindakan represif terhadap tahanan Palestina, termasuk ancaman hukuman mati. Kebijakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Berdasarkan hal tersebut, Majelis Ormas Islam menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia. MOI mendoakan para prajurit sebagai syuhada serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
2. Mengecam keras tindakan kekerasan dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel dan sekutunya, termasuk yang berdampak pada rakyat Palestina dan korban dari Indonesia.
3. Mengutuk penutupan Masjid Al-Aqsa serta berbagai tindakan represif terhadap rakyat dan tahanan Palestina.
4. Mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan pelanggaran kemanusiaan dan menjamin perlindungan bagi warga sipil serta pasukan perdamaian.

MOI menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina dan pembelaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan merupakan bagian dari komitmen moral bangsa Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wanda Hamidah Desak Indonesia Keluar dari BOP, Singgung Dana Rp17 Triliun

6 Maret 2026 - 22:02 WIB

Kawal Gencatan Senjata Gaza, Mahasiswa dan Ormas Desak Prabowo Segera Kirim Pasukan Perdamaian

11 Oktober 2025 - 10:28 WIB

Kutuk Pembantaian di Gaza, SPEED Desak OKI Hentikan Israel dengan Aksi Militer

7 April 2025 - 12:38 WIB

KH Bachtiar Nasir Kritisi Proposal Donald Trump dan Mesir Soal Rekonstruksi Gaza

21 Februari 2025 - 11:06 WIB

Pernyataan Bersama MUI, Ormas Islam, Lembaga Filantropi Dan Aliansi Solidaritas Pembela Palestina

20 Februari 2025 - 07:24 WIB

Rencana Donald Trump Caplok dan Usir Warga Gaza Dinilai ARI-BP Kejahatan Besar

14 Februari 2025 - 23:12 WIB

Trending di Internasional