Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Legislator · 13 Feb 2026 08:27 WIB ·

Johan Rosihan Dorong NTB Jadi Percontohan Nasional Ekonomi Biru


 Johan Rosihan Dorong NTB Jadi Percontohan Nasional Ekonomi Biru Perbesar

SILUMANEWS.COM – Mataram – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilot project nasional pengembangan ekonomi biru terintegrasi, dengan menjadikan Teluk Saleh sebagai model kawasan konservasi dan budidaya ramah lingkungan.

Usulan tersebut disampaikan Johan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting) terkait rekomendasi pengelolaan ekosistem karbon biru dan pengembangan tambak berkelanjutan di Teluk Saleh, Kamis (12/2/2026).

Menurut Johan, Teluk Saleh memiliki kombinasi ekosistem dan potensi ekonomi yang jarang dimiliki daerah lain. Kawasan tersebut menjadi habitat hiu paus, memiliki ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, serta aktivitas budidaya tambak yang berkembang pesat.

“Teluk Saleh punya semua elemen untuk menjadi model nasional ekonomi biru. Kita punya konservasi, tambak, serta data ilmiah berbasis ocean accounting. Tinggal bagaimana menyatukannya dalam satu desain kebijakan terintegrasi,” ujar Johan.

Dalam policy brief yang dipaparkan pada forum tersebut, pendekatan ocean accounting menunjukkan bahwa jasa ekosistem Teluk Saleh memiliki nilai ekonomi signifikan setiap tahun. Johan menegaskan, konservasi tidak semata isu lingkungan, melainkan juga investasi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Namun demikian, ia mengingatkan agar ekspansi tambak tetap memperhatikan tata ruang dan pengelolaan limbah secara ketat. Perluasan tanpa kendali, kata dia, berpotensi menurunkan kualitas ekosistem, merusak mangrove, dan berdampak pada nelayan kecil.

“Produksi boleh tumbuh, tetapi harus taat ekologi. Kita tidak boleh mengorbankan mangrove dan daya dukung lingkungan. Justru NTB bisa menjadi contoh bahwa budidaya modern dapat berjalan tanpa merusak,” tegasnya.

Johan juga menilai program karbon biru yang tengah dikembangkan di Teluk Saleh berpotensi menjadi instrumen pembiayaan pembangunan berkelanjutan, asalkan didukung sistem monitoring yang kuat dan berbasis data.

Sebagai mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisi IV DPR RI, lanjut Johan, siap mengawal dukungan regulasi dan kebijakan agar Teluk Saleh benar-benar menjadi model nasional pengelolaan pesisir berkelanjutan.

“Kalau ini berhasil di NTB, Indonesia memiliki contoh konkret ekonomi biru yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Visi Kartini dan Tantangan Pemerataan Kualitas Pendidikan Bangsa

21 April 2026 - 13:49 WIB

DPRD Kota Bekasi Genjot Pengawasan LKPJ 2025 Lewat Uji Petik Lapangan

14 April 2026 - 09:10 WIB

Dari Drainase ke Digitalisasi UMKM, Dua PR Besar Bekasi

25 Februari 2026 - 14:21 WIB

DPRD Warning Disperkimtan: Progres Venue Jangan Molor

25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Dari Jalan Rusak hingga Polder, Aspirasi Rawalumbu Dikawal DPRD

25 Februari 2026 - 13:46 WIB

Wildan: Pembangunan Jangan Hanya Berpihak ke Perumahan

25 Februari 2026 - 13:23 WIB

Trending di Advertorial