Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Legislator · 15 Nov 2025 13:31 WIB ·

Marak Aduan Warga, DPRD Bekasi Siapkan Perda Lindungi Masyarakat dari Rentenir dan Pinjol Ilegal


 Marak Aduan Warga, DPRD Bekasi Siapkan Perda Lindungi Masyarakat dari Rentenir dan Pinjol Ilegal Perbesar

SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi mendorong penyusunan peraturan daerah (perda) untuk melindungi masyarakat dari praktik rentenir, khususnya bank keliling (banke) dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Rencana ini muncul setelah meningkatnya keluhan warga terkait jeratan utang berbunga tinggi.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, menyampaikan hal itu saat menerima audiensi Panitia Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah di Kantor DPRD Kota Bekasi, Sabtu (15/11/2025). Ia menyebut praktik banke dan pinjol ilegal kerap merugikan masyarakat karena bunga tinggi dan sistem pembayaran yang memberatkan.

“Banke sangat meresahkan masyarakat karena bunga yang sangat tinggi serta sistem tanggung renteng yang membuat banyak warga terjerat masalah ketika kesulitan membayar,” ujarnya.

Sardi mengapresiasi kolaborasi U-Care Indonesia, MES Kota Bekasi, ICMI Kota Bekasi, dan MUI Kota Bekasi yang akan menggelar FGD untuk merumuskan solusi atas maraknya banke dan pinjol ilegal. Ia berharap FGD tersebut menghasilkan prosiding sebagai landasan awal pengajuan raperda perlindungan masyarakat.

Direktur Eksekutif LAZ U-Care Indonesia, Muhammad Anwar, menjelaskan FGD akan digelar pada 19 November 2025 dengan tema “Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah untuk Mengatasi Maraknya Pinjaman Ribawi, Bank Keliling, dan Pinjaman Online Ilegal.” Peserta FGD berasal dari lintas sektor, mulai dari pemerintah, kepolisian, akademisi, praktisi ekonomi syariah, lembaga zakat, hingga perwakilan korban.

Anwar menuturkan pihaknya sering menerima aduan dari warga yang terjerat rentenir. Karena itu, ia menilai perlu adanya kolaborasi komprehensif antar-stakeholder untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Sekretaris Umum MES Kota Bekasi, Isfandayani, menambahkan bahwa pengguna pinjol di Jawa Barat mencapai 4,7 juta orang dengan total pembiayaan Rp16,7 triliun menurut data OJK. Ia memperkirakan jumlah pengguna di Kota Bekasi menjadi salah satu yang terbesar di provinsi tersebut.

Isfandayani menilai persoalan itu membutuhkan komitmen bersama, termasuk pembentukan konsorsium gerakan masyarakat tolak bank keliling dan pinjol ilegal. “Diperlukan perda yang tegas dan solutif, serta kehadiran lembaga keuangan alternatif yang mudah, cepat, dan non-ribawi,” katanya.

Audiensi tersebut juga dihadiri Ketua MES Kota Bekasi Muhammad Tsaqib Idary, Wakil Ketua ICMI Kota Bekasi Dhany Wahab Habieby, Ketua Komisi Ekonomi MUI Kota Bekasi Zainal Abidin, dan Direktur Operasional U-Care Indonesia Yulia A. Parina. (dwh)

(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Drainase ke Digitalisasi UMKM, Dua PR Besar Bekasi

25 Februari 2026 - 14:21 WIB

DPRD Warning Disperkimtan: Progres Venue Jangan Molor

25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Dari Jalan Rusak hingga Polder, Aspirasi Rawalumbu Dikawal DPRD

25 Februari 2026 - 13:46 WIB

Wildan: Pembangunan Jangan Hanya Berpihak ke Perumahan

25 Februari 2026 - 13:23 WIB

Cegah Kecanduan Gawai, DPRD Bekasi Ajak Anak Muda Aktif di Pencak Silat

25 Februari 2026 - 11:54 WIB

Reses Anim Diserbu Warga, Jalan Rusak hingga Banjir Jadi Sorotan

25 Februari 2026 - 11:27 WIB

Trending di Advertorial