SILUMANEWS.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyebut Bekasi Promotion Expo 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat sektor UMKM sekaligus meningkatkan daya tarik investasi daerah. Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau langsung gelaran expo di Revo Mall Bekasi, Jumat, 14 November 2025.
Sardi mengungkapkan Kota Bekasi kini memiliki sekitar 320.000 UMKM, dengan 9.674 UMKM binaan aktif serta 313 kerja sama yang telah terjalin dengan pelaku usaha besar, berdasarkan data yang disampaikan PLH Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. “Data ini menunjukkan UMKM membutuhkan panggung besar untuk memperluas pasar, dan expo seperti ini menjadi jawabannya,” ujar Sardi.
Dalam peninjauan bersama Harris, Sardi melihat berbagai booth UMKM yang menampilkan produk kerajinan, kuliner olahan, hingga produk kreatif. Keduanya juga mencicipi sajian kopi lokal dalam festival kopi yang menarik perhatian pengunjung. Menurut Sardi, interaksi langsung dengan pelaku usaha penting untuk memahami kondisi UMKM di lapangan.
Ia menilai tujuan expo—mulai dari promosi produk lokal, peningkatan apresiasi masyarakat, hingga penguatan iklim investasi—sejalan dengan kebutuhan ekonomi Kota Bekasi. Tahun ini terdapat 15 booth pelaku usaha dan asosiasi, termasuk PHRI, yang ikut meramaikan kegiatan. “Semakin banyak pelaku usaha terlibat, semakin besar peluang kolaborasi yang bisa dibangun,” katanya.
Sardi menegaskan DPRD akan mendorong agar Bekasi Promotion Expo menjadi agenda rutin dengan skala lebih besar. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan penting untuk memastikan dampak langsung bagi pelaku usaha. “Expo ini harus terus dikembangkan, karena di sinilah UMKM bisa naik kelas dan peluang investasi terbuka lebar,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya ruang promosi, tetapi juga barometer pertumbuhan ekonomi daerah. “Antusiasme pelaku usaha menunjukkan Bekasi memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif dan investasi,” tutup Sardi.
(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)













