Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Legislator · 12 Nov 2025 17:21 WIB ·

Oloan Nababan: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Korbankan Pendidikan dan Kesehatan


 Oloan Nababan: Efisiensi Anggaran Tak Boleh Korbankan Pendidikan dan Kesehatan Perbesar

SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi sekaligus Anggota Komisi IV, Oloan Nababan, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran di tengah tekanan fiskal daerah tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Oloan memastikan bahwa pemotongan anggaran harus difokuskan pada kegiatan seremonial dan perjalanan dinas, bukan pada layanan publik yang langsung menyentuh masyarakat.

“Bicara efisiensi, kalaupun ada di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, pemotongan itu tidak menyangkut kebutuhan pendidikan dan kesehatan, tapi lebih ke seremonial. Apakah itu perjalanan dinas atau acara seremonial, itu yang akan dikurangi,” ujar Oloan saat ditemui di DPRD Kota Bekasi.

Ia juga menegaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD akan tetap terpenuhi, bahkan bisa lebih.

“Kami pastikan porsi pendidikan itu di atas 20 persen. Kalaupun ada pengurangan dari rencana awal, itu hanya untuk efisiensi di kegiatan yang tidak berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi isu dana bantuan pemerintah pusat yang disebut mengendap di kas daerah, Oloan membantah hal tersebut terjadi di Kota Bekasi. Ia menjelaskan bahwa dana yang belum digunakan bukan karena sengaja ditahan, melainkan menunggu proses pembayaran setelah proyek selesai dan diverifikasi.

“Kalau dibilang dana mengendap, saya kira tidak pernah ada dana mengendap di Kota Bekasi. Karena tidak sempat mengendap,” ujarnya.

Selain itu, Oloan juga menyoroti masih adanya kekurangan guru serta sarana prasarana sekolah seperti meja dan bangku belajar yang perlu dibenahi. Di bidang kesehatan, ia memastikan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Bekasi yang sudah di atas 99 persen akan terus dipertahankan kualitasnya.

Sebagai Ketua Fraksi, Oloan menegaskan bahwa politik anggaran PDI Perjuangan akan terus berpihak kepada masyarakat kecil (wong cilik).

“Fraksi PDI Perjuangan akan melakukan pengawasan dan memberikan saran agar anggaran tahun berjalan lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat,” katanya.

Di akhir wawancara, Oloan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan memberikan kritik yang membangun bagi kemajuan Kota Bekasi.

“Kota Bekasi milik kita bersama. Mari kita bangun bersama. Jika ada hal yang kurang tepat, berikan kritik yang membangun kepada pemerintah,” tutupnya.

(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Drainase ke Digitalisasi UMKM, Dua PR Besar Bekasi

25 Februari 2026 - 14:21 WIB

DPRD Warning Disperkimtan: Progres Venue Jangan Molor

25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Dari Jalan Rusak hingga Polder, Aspirasi Rawalumbu Dikawal DPRD

25 Februari 2026 - 13:46 WIB

Wildan: Pembangunan Jangan Hanya Berpihak ke Perumahan

25 Februari 2026 - 13:23 WIB

Cegah Kecanduan Gawai, DPRD Bekasi Ajak Anak Muda Aktif di Pencak Silat

25 Februari 2026 - 11:54 WIB

Reses Anim Diserbu Warga, Jalan Rusak hingga Banjir Jadi Sorotan

25 Februari 2026 - 11:27 WIB

Trending di Advertorial