Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Kesehatan · 6 Sep 2026 16:04 WIB ·

Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Dinkes Bekasi Soroti Risiko bagi Anak dan Lansia


 Paparan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Dinkes Bekasi Soroti Risiko bagi Anak dan Lansia Perbesar

SILUMANEWS.COM – KOTA BEKASI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Paparan abu vulkanik perlu diantisipasi karena mengandung partikel sangat halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau gangguan pernapasan lainnya.

Imbauan tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo, dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026). Ia mengingatkan masyarakat agar melakukan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan paru-paru, mata, dan kulit apabila terjadi paparan abu vulkanik.

Berikut sejumlah langkah yang dianjurkan Dinkes Kota Bekasi untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik:

1. Gunakan masker saat berada di luar ruangan

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, terutama masker yang mampu menyaring partikel halus seperti N95. Masker bedah juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila N95 tidak tersedia.

2. Kurangi aktivitas di luar rumah

Masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik. Pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat untuk mengurangi masuknya debu ke dalam rumah.

3. Lindungi mata dan kulit

Gunakan kacamata pelindung atau goggles untuk mengurangi risiko iritasi mata. Pakaian berlengan panjang juga dianjurkan untuk melindungi kulit dari paparan abu vulkanik.

4. Pastikan makanan dan air tetap bersih

Penampungan air minum, makanan, dan bahan pangan harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi endapan abu vulkanik. Kebersihan lingkungan rumah juga perlu dijaga selama terjadi paparan debu.

5. Jangan mengucek mata

Jika mata terkena abu dan terasa perih, segera bilas menggunakan air bersih yang mengalir. Hindari mengucek mata karena dapat memperparah iritasi.

Dinkes Kota Bekasi juga mengingatkan masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti sesak napas berat, batuk yang berlangsung terus-menerus, atau iritasi mata yang parah.

Masyarakat dapat mendatangi Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi.

Kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik, khususnya bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Di Tengah Kekhawatiran Abu Vulkanik, Dinkes Bekasi Turun ke Jalan Bagikan Masker

8 September 2026 - 15:58 WIB

Grand Launching Pusat Bekam Cakung Tawarkan Pijat Refleksi Full Body

8 Maret 2025 - 17:00 WIB

Suka Lihat Penampakan dan Kelebatan di Rumah? Deteksi Dini Gangguan Jin dan Sihir di Rumah Ruqyah Indonesia

28 Januari 2025 - 17:40 WIB

Pusat Bekam Setiamekar Tawarkan Layanan Unggulan, Bekam Rasa Cinta Cuma 55 Ribu Rupiah

25 Januari 2025 - 13:33 WIB

Program JKN: Asa Baru Bagi Pasien Hemodialisis

24 Januari 2025 - 20:33 WIB

Ada Infiltrasi Nilai tidak sesuai Budaya Bangsa KNPK Indonesia Minta Pemerintah Revisi PP Nomer 28 Tahun 2024

8 Agustus 2024 - 13:50 WIB

Trending di Akademia