SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi melalui Komisi III menyoroti minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di sektor industri, khususnya di wilayah Bekasi Utara yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat sebagai kawasan pergudangan dan distribusi.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, H. Arif Rahman Hakim, S.H., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama dalam memastikan regulasi penyerapan tenaga kerja lokal (local labor absorption) berjalan optimal.
“Pertanyaan yang paling sering muncul setiap reses adalah soal kerja,” ujar Arif saat menggelar reses di Bekasi Utara, Jumat (13/2/2026). Ia menyebut, aspirasi mengenai akses lowongan kerja di kawasan industri telah menjadi isu rutin yang terus disampaikan warga.
Menurutnya, di tengah menjamurnya kawasan industri dan gudang logistik di wilayah utara kota, masyarakat mempertanyakan sejauh mana peluang kerja benar-benar terbuka bagi warga sekitar. Sejumlah warga dan karyawan industri yang hadir dalam reses tersebut menyampaikan kegelisahan serupa terkait sulitnya menembus lapangan kerja formal.
Bekasi Utara memang mengalami pertumbuhan signifikan di sektor pergudangan dan distribusi. Kehadiran pusat logistik dan kawasan industri diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja.
Namun, di balik geliat investasi tersebut, sebagian warga mengaku belum merasakan dampak langsung berupa kesempatan kerja yang memadai. Mereka berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar permukiman dapat memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Arif menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat makro, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
“Kita ingin ada keseimbangan. Industri berkembang, tapi warga sekitar juga mendapat akses kerja yang adil dan terbuka,” tegasnya.
Komisi III, lanjutnya, akan mendorong evaluasi dan penguatan regulasi agar penyerapan tenaga kerja lokal dapat berjalan lebih maksimal, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran di Kota Bekasi.
(Adv/DPRD Kota Bekasi)












