SILUMANEWS.COM – Sumbawa — Sosialisasi Empat Pilar MPR Tahun 2025 di Desa Pelat, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), digelar dengan konsep berbeda dan meriah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam (15/12/2025) ini dikemas bersama festival kuliner dan budaya masyarakat Desa Pelat, sehingga pesan-pesan kebangsaan disampaikan secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan warga.
Acara yang berlangsung di Aula Desa Pelat sejak pukul 18.00 hingga 23.00 WITA tersebut diikuti masyarakat setempat dengan antusias. Hadir sebagai narasumber, H. Johan Rosihan, ST (A-479), Anggota DPR/MPR RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat I sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, yang menyampaikan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pemaparannya, Johan Rosihan menegaskan bahwa Empat Pilar MPR—Pancasila sebagai ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus dibumikan hingga ke tingkat desa.
“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai-nilainya harus hidup dalam relasi sosial masyarakat, termasuk dalam cara kita menjaga tradisi, budaya, dan kebersamaan,” ujar Johan Rosihan di hadapan peserta.
Ia juga menjelaskan bahwa UUD NRI Tahun 1945 dan Ketetapan MPR menjadi rujukan konstitusional dalam mengatur kehidupan bernegara serta menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga negara. Menurutnya, pemahaman konstitusi penting agar masyarakat memiliki kesadaran hak dan kewajiban secara seimbang.
Lebih lanjut, Johan Rosihan menegaskan bahwa bentuk NKRI merupakan kesepakatan final bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. Ancaman terhadap persatuan, kata dia, kerap muncul bukan hanya dari luar, tetapi juga dari melemahnya rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dinilai semakin relevan di tengah keberagaman budaya Indonesia. Johan menilai kolaborasi sosialisasi kebangsaan dengan festival kuliner dan budaya merupakan contoh konkret praktik kebhinnekaan yang memperkuat persatuan.
“Budaya lokal adalah wajah Indonesia. Ketika budaya dirawat, maka kebangsaan juga ikut diteguhkan,” tegasnya.
Masyarakat Desa Pelat menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperoleh pemahaman kebangsaan, warga juga merasa dilibatkan dalam ruang kebudayaan yang mempererat hubungan sosial antarsesama.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dikolaborasikan dengan festival budaya ini, Johan Rosihan berharap nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, serta penghargaan terhadap keberagaman dapat terus tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat Desa Pelat sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.












