SILUMANEWS.COM – Bekasi, September 2026 — Menjadi duta budaya bukan semata tentang mengenakan busana tradisional atau menyandang sebuah gelar. Bagi Syafiqa Dzikria Nafasya, atau yang akrab disapa Fiqa, perjalanan sebagai Runner Up Duta Batik Jawa Barat 2026 merupakan kesempatan untuk membawa batik lebih dekat dengan generasi muda.
Remaja asal Bekasi, Jawa Barat, ini kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Duta Batik tingkat nasional dengan membawa nama Jawa Barat.
Melalui pesan “Batik Muda, Budaya Mendunia”, Fiqa ingin menunjukkan bahwa batik bukan sekadar warisan budaya yang dikenakan pada acara tertentu. Lebih dari itu, batik merupakan bagian dari identitas Indonesia yang dapat terus berkembang melalui kreativitas, fashion, seni, edukasi, dan keterlibatan generasi muda.
Menurut Fiqa, keberlanjutan batik tidak hanya bergantung pada bagaimana generasi saat ini mengenakannya, tetapi juga bagaimana anak-anak dan generasi muda diperkenalkan, memahami, kemudian tumbuh dengan rasa bangga terhadap batik.
Mendekatkan Batik kepada Anak-Anak
Salah satu langkah yang dilakukan Fiqa adalah memberikan edukasi mengenai batik kepada anak-anak sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, Fiqa memperkenalkan batik melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal batik sebagai warisan budaya Indonesia, tetapi juga diperkenalkan pada motif dan kreativitas batik melalui aktivitas mewarnai bertema batik.
Pendekatan tersebut menjadi cara Fiqa untuk menunjukkan bahwa mengenal budaya tidak harus selalu dilakukan melalui metode yang formal.
Anak-anak dapat belajar tentang batik sambil bermain, berkreasi, dan mengekspresikan imajinasi mereka.
Bagi Fiqa, pengalaman tersebut memiliki arti penting dalam perjalanan menuju panggung nasional.
“Saya ingin anak-anak seusia saya dan generasi setelah saya merasa bahwa batik itu dekat dengan mereka. Batik tidak harus selalu terlihat kuno. Kita bisa mengenalnya melalui fashion, seni, kreativitas, dan kegiatan yang menyenangkan,” ujar Fiqa.
Belajar dari Pelaku UMKM Batik
Selain melakukan edukasi kepada anak-anak, Fiqa juga berupaya memperluas pemahamannya dengan mengunjungi dan belajar secara langsung dari pelaku UMKM batik.
Bagi Fiqa, mengenal batik tidak cukup hanya dari panggung kompetisi. Di balik setiap kain batik terdapat proses panjang, kreativitas, keterampilan, serta para pelaku usaha yang ikut menjaga agar batik tetap hidup dan berkembang.
Pertemuan dengan pelaku UMKM menjadi kesempatan bagi Fiqa untuk melihat lebih dekat bagaimana batik diproduksi, dikembangkan, dipasarkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat.
Pengalaman tersebut sekaligus memperluas perspektifnya bahwa pelestarian batik juga memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan para perajin dan pelaku usaha yang bergerak di dalam ekosistem batik.
Memperkuat Public Speaking
Persiapan menuju tingkat nasional juga dilakukan Fiqa dari sisi kemampuan komunikasi.
Ia mendapatkan kesempatan menjalani coaching public speaking bersama Kak Ayu, pemenang Mpok Bekasi 2023. Coaching tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi berbagai tahapan dan sesi komunikasi dalam ajang Duta Batik tingkat nasional.
Melalui proses tersebut, Fiqa terus mengasah kemampuan berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan secara terstruktur, serta membangun kepercayaan diri ketika membawa isu budaya dan identitas Jawa Barat.
Kemampuan komunikasi menjadi salah satu hal yang dianggap penting karena seorang duta tidak hanya dituntut tampil, tetapi juga mampu menyampaikan pesan yang dibawanya kepada masyarakat.
Membawa Identitas Jawa Barat
Sebagai Runner Up Duta Batik Jawa Barat 2026, Fiqa menyadari bahwa kesempatan menuju tingkat nasional bukan hanya tentang pencapaian pribadi.
Ada nama Jawa Barat yang ikut dibawa.
Karena itu, Fiqa ingin menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan semangat generasi muda Jawa Barat dalam menjaga dan mengembangkan budaya Indonesia.
“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan membawa nama Jawa Barat. Saya masih belajar dan terus mempersiapkan diri. Saya berharap bisa membawa pesan bahwa anak muda juga punya peran dalam menjaga batik dan budaya Indonesia,” kata Fiqa.
Baginya, generasi muda tidak harus menunggu dewasa untuk ikut melestarikan budaya. Kontribusi dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mengenal, menggunakan, mempelajari, memperkenalkan, hingga menciptakan cara baru agar budaya tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dari Bekasi Menuju Panggung Nasional
Kini, Fiqa terus mempersiapkan diri menuju ajang Duta Batik tingkat nasional dengan mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari pemahaman budaya, edukasi, public speaking, kreativitas, hingga pengenalan terhadap pelaku UMKM batik.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upayanya membawa perspektif bahwa batik dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan kreativitas generasi muda.
Dari Bekasi, Fiqa membawa nama Jawa Barat sekaligus sebuah pesan sederhana namun penuh makna:
“Batik Muda, Budaya Mendunia.”
PROFIL SINGKAT
Nama: Syafiqa Dzikria Nafasya
Panggilan: Fiqa
Asal: Bekasi, Jawa Barat
Prestasi: Runner Up Duta Batik Jawa Barat 2026
Agenda: Duta Batik Tingkat Nasional
Pesan: Batik Muda, Budaya Mendunia.











