Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Bisnis · 31 Agu 2026 08:40 WIB ·

Dari Fried Chicken ke Menu Baru, Tauhid Hidayat Perkuat Skill Kuliner Lewat Cooking Class


 Dari Fried Chicken ke Menu Baru, Tauhid Hidayat Perkuat Skill Kuliner Lewat Cooking Class Perbesar

SILUMANEWS.COM – BEKASI — Menjalankan bisnis kuliner tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Bagi Tauhid Hidayat, pengusaha UMKM sekaligus pemilik brand MW Food di kawasan Mangunjaya, Tambun, Bekasi, kemampuan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan justru menjadi bagian penting untuk menjaga bisnis tetap tumbuh.

Pemikiran tersebut mendorong Tauhid mengikuti Cooking Class Chinese Food Halal Batch 4 yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026, di Cluster Cahaya Permata, Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Tauhid bukanlah peserta yang baru mengenal dunia kuliner. Ia telah menjalankan usaha fried chicken dan memahami dinamika bisnis makanan. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti belajar.

Sebaliknya, ia melihat pelatihan memasak sebagai kesempatan untuk mendapatkan perspektif baru, terutama dalam hal standard operating procedure (SOP), teknik memasak, konsistensi proses, hingga pengembangan ide produk baru.

“Yang pasti saya mendapat mindset baru terkait standar operasional prosedur (SOP), step by step tekniknya, pengetahuan baru dan pengalaman. Dan lebih bersemangat ke depannya untuk ide dan gagasan memulai usaha item baru,” ujar Tauhid.

Menurutnya, dunia kuliner memiliki perkembangan yang sangat dinamis. Pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan menu dan cara kerja yang sudah ada, tetapi perlu terus melakukan inovasi agar mampu menjawab kebutuhan pasar.

Karena itu, pengalaman mengikuti Cooking Class Chinese Food Halal Batch 4 memberikan nilai lebih bagi Tauhid. Ia tidak sekadar mempelajari cara mengolah makanan, tetapi juga melihat bagaimana sebuah produk kuliner dapat dikerjakan secara lebih sistematis.

Di bawah bimbingan Chef Yoyo, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik secara langsung. Teknik memasak dijelaskan secara step by step, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan hingga menghasilkan hidangan dengan standar rasa dan penyajian yang konsisten.

Bagi Tauhid, pendekatan tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam pelatihan.

Selain menambah pengetahuan, ia juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan peserta dari berbagai latar belakang. Pelatihan tersebut sekaligus membuka kesempatan memperluas jaringan yang menurutnya penting bagi seorang pelaku UMKM.

“Relasi saya bertambah. Dengan hadirnya Chef Yoyo, beliau juga bisa menjadi konsultan di usaha yang sudah saya jalani,” tambahnya.

Belajar untuk Membuka Peluang Menu Baru

Semangat Tauhid untuk terus belajar tidak terlepas dari keinginannya mengembangkan bisnis yang telah dijalankan.

Selama ini, MW Food dikenal sebagai usaha kuliner yang bergerak di bidang fried chicken. Namun, Tauhid melihat masih terbuka peluang untuk mengembangkan lini produk dan menghadirkan menu-menu baru.

Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dari Cooking Class Chinese Food Halal menjadi salah satu bekal untuk mengeksplorasi kemungkinan tersebut.

Ia melihat kemampuan memasak bukan hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai aset yang dapat mendukung pengembangan usaha.

Hal tersebut sejalan dengan materi yang diberikan Chef Yoyo kepada para peserta. Dalam pelatihan, peserta tidak hanya diajak menghasilkan makanan yang enak, tetapi juga memahami pentingnya efisiensi waktu, konsistensi rasa, standar kerja dan peluang bisnis dari sebuah produk kuliner.

Salah satu menu yang menjadi perhatian dalam pelatihan adalah nasi goreng. Chef Yoyo memberikan gambaran mengenai potensi pasar menu tersebut sekaligus teknik pengolahannya.

Nasi goreng dinilai memiliki pasar yang luas dan dapat dikembangkan menjadi produk usaha apabila dikelola dengan standar produksi yang tepat.

Bagi pelaku UMKM seperti Tauhid, perspektif semacam ini menjadi penting karena setiap keterampilan baru dapat membuka kemungkinan lahirnya produk dan peluang bisnis berikutnya.

Cooking Class Jadi Ruang Belajar Lintas Profesi

Cooking Class Chinese Food Halal Batch 4 tidak hanya diikuti pelaku usaha kuliner. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki tujuan yang berbeda.

Salah satunya Sugianto, seorang Penata Anestesi di salah satu rumah sakit Pertamina yang masih memiliki waktu sekitar empat tahun sebelum memasuki masa pensiun.

Ia mengikuti pelatihan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan keterampilan sekaligus membuka kemungkinan usaha di masa mendatang.

“Alhamdulillah, luar biasa. Ternyata mudah. Saran saya, bagi mereka yang belum pernah mencoba memasak, pelatihan ini rekomendasi banget untuk diikuti,” kata Sugianto.

Sementara Imam Mujahid mengikuti kelas karena sedang mencari ide usaha sekaligus ingin mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung rencana bisnisnya.

Menurut Imam, teknik yang diberikan Chef Yoyo memberikan pengalaman berbeda dibandingkan cara memasak yang selama ini ia lakukan di rumah.

“Pertama, saya mendapat ilmu memasak yang sangat berbeda dengan yang saya praktikkan di rumah,” ungkapnya.

Beragam latar belakang peserta tersebut menunjukkan bahwa keterampilan memasak kini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga. Bagi sebagian orang, memasak dapat menjadi skill produktif, sarana pengembangan diri, hingga modal untuk membangun usaha.

Batch 5 Dibuka, Kesempatan Belajar Kembali

Tingginya antusiasme peserta membuat Cooking Class Chinese Food Halal kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan memasak.

Chef Yoyo mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengikuti Cooking Class Chinese Food Halal Batch 5, termasuk pemula yang belum memiliki pengalaman memasak, ayah dan ibu rumah tangga, pekerja, calon pelaku UMKM, maupun mereka yang mulai mempersiapkan masa pensiun.

“Belajar memasak bukan hanya supaya bisa memasak. Ini bisa menjadi investasi ilmu untuk masa depan. Ketika suatu saat ingin membuka usaha kuliner, ilmunya sudah dimiliki,” pesan Chef Yoyo.

Bagi Tauhid Hidayat, pengalaman mengikuti pelatihan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaku UMKM harus terus meningkatkan kapasitas diri.

Memiliki bisnis bukan berarti berhenti belajar. Justru dengan terus menambah pengetahuan, keterampilan dan relasi, peluang untuk mengembangkan usaha menjadi semakin terbuka.

Laa Tahzan Foods kembali membuka pendaftaran Cooking Class Chinese Food Halal Batch 5 dengan menu yang lebih menarik. Kesempatan ini terbatas hanya untuk 3 orang peserta. Segera daftarkan diri Anda melalui akun Instagram @laatahzanfoods sebelum kuota ditutup.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BRImo Co-Branding Barcelona Hadir di Pondok Indah Mall, Perkuat Penetrasi Layanan Digital BRI

19 Mei 2026 - 06:18 WIB

BRI KC Cikarang Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim Yayasan Cahaya Alam

28 Februari 2026 - 00:33 WIB

BRI BO Cikarang Dukung Edukasi Generasi Muda Bersama Kapolres Metro Bekasi di SMK Puja Bangsa

26 Januari 2026 - 20:57 WIB

Mesin Digital CS Kini Hadir di BRI Branch Office Pondok Indah, Layanan Perbankan Jadi Lebih Cepat dan Mudah

19 Januari 2026 - 20:16 WIB

Miliki Layanan Digital CS BRI Cabang Cikarang Lebih Mudah Flexible dan Cepat

28 Oktober 2025 - 12:44 WIB

BRI Branch Office Tambun Gelar Panen Hadiah Simpedes Periode II 2024, Hadirkan Hadiah Utama Mobil Suzuki Ertiga

8 Juli 2025 - 10:36 WIB

Trending di Berita