SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – Pemerataan pembangunan kembali menjadi sorotan di Kota Bekasi. Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Faisal, menilai masih terdapat ketimpangan antarwilayah yang perlu segera dibenahi melalui kebijakan anggaran yang lebih proporsional.
Hal tersebut ia sampaikan usai menyelesaikan rangkaian reses di daerah pemilihannya, Rabu (18/2). Dari hasil pertemuan dengan warga, ia menerima berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan infrastruktur dasar, perbaikan drainase, akses jalan lingkungan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh lagi terkesan terpusat di wilayah tertentu, sementara kawasan lain tertinggal. Ia mendorong agar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) benar-benar mengacu pada kebutuhan riil masyarakat.
“Pembangunan harus dirasakan merata. Jangan sampai ada wilayah yang terus dibenahi, sementara yang lain menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Faisal juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Ia menilai pokir harus tersebar di lebih banyak titik agar manfaatnya dirasakan lebih luas dan tidak menimbulkan kesan proyek hanya berputar di lokasi tertentu.
Selain pembangunan fisik, ia menyoroti perlunya penguatan peran RT dan RW sebagai ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, dukungan anggaran dan kewenangan yang memadai akan membuat program berbasis masyarakat lebih efektif.
“RT dan RW harus diperkuat agar program benar-benar menyentuh warga di tingkat akar rumput,” tegasnya.
Lebih jauh, Faisal memandang pemerataan pembangunan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan juga menyangkut keadilan distribusi anggaran dan pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan yang dibiarkan berlarut dinilai berpotensi memperlebar jarak kesejahteraan antarwilayah.
Ia berharap ke depan perencanaan pembangunan di Kota Bekasi disusun dengan pendekatan berbasis data dan evaluasi kebutuhan lapangan, sehingga setiap kebijakan anggaran mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat secara menyeluruh.
(Adv/DPRD Kota Bekasi)












