Menu

Mode Gelap
LSM Trinusa Desak KPK Segera Umumkan Tersangka Korupsi Cakada Bekasi Semua Bisa Umroh Jalin Kolaborasi Untuk Baitullah Dengan Lembaga Amil Zakat Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

Advertorial · 23 Feb 2026 21:57 WIB ·

Soroti Titik Rawan Banjir Harapan Indah, Murfati Usulkan Dua Polder Baru


 Soroti Titik Rawan Banjir Harapan Indah, Murfati Usulkan Dua Polder Baru Perbesar

SILUMANEWS.COM – Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, Murfati Lidianto, menyoroti penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi, khususnya Bekasi Utara dan sekitarnya. Ia mengapresiasi kesigapan pemerintah daerah dalam menjalin kerja sama lintas wilayah guna mempercepat penanggulangan banjir.

Menurut Murfati, banjir yang terjadi saat ini tidak hanya melanda Kota Bekasi, tetapi juga Kabupaten Bekasi. Karena itu, kolaborasi antar-daerah menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak luapan air.

“Sepertinya kerja sama untuk menanggulangi banjir Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi cukup sigap ya. Terutama Kota Bekasi yang memberikan pinjaman alat beratnya ke Kabupaten,” ujar Murfati kepada awak media usai rapat paripurna.

Ia menilai langkah peminjaman alat berat dari Pemerintah Kota Bekasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai bentuk sinergi konkret yang patut diapresiasi.

Selain itu, Murfati menjelaskan bahwa program pelebaran dan normalisasi kali mulai direalisasikan sesuai arahan Wali Kota. Beberapa titik krusial telah menunjukkan progres, di antaranya wilayah Medansatria yang sudah dilakukan pengerjaan untuk memperlancar aliran air. Sementara itu, kondisi Kali Kapuk dinilai semakin baik setelah dilakukan pembenahan.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihannya, Murfati mengakui kawasan Harapan Indah masih menjadi salah satu titik rawan banjir yang banyak dikeluhkan warga. Aspirasi tersebut kerap disampaikan dalam kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat (Reses).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengusulkan solusi infrastruktur jangka pendek dan jangka panjang, yakni:

1. Pembangunan Polder
Telah diajukan dua titik pembangunan polder baru di kawasan Harapan Indah guna mengendalikan debit air saat curah hujan tinggi.

2. Pembuatan Lubang Biopori
Mengusulkan pengadaan sekitar 100 titik biopori pada tahun ini untuk meningkatkan daya serap tanah dan mengurangi genangan.

Terkait besaran anggaran yang dialokasikan, Murfati menyebutkan bahwa pembahasan detail berada di komisi lain.

“Kalau besarnya belum dikasih tahu. Itu mungkin di Komisi II, karena masalah banjir dan pembangunan ada di sana. Saya di Komisi I membidangi hukum dan pemerintahan,” pungkasnya.

(Adv/DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Drainase ke Digitalisasi UMKM, Dua PR Besar Bekasi

25 Februari 2026 - 14:21 WIB

DPRD Warning Disperkimtan: Progres Venue Jangan Molor

25 Februari 2026 - 14:01 WIB

Dari Jalan Rusak hingga Polder, Aspirasi Rawalumbu Dikawal DPRD

25 Februari 2026 - 13:46 WIB

Wildan: Pembangunan Jangan Hanya Berpihak ke Perumahan

25 Februari 2026 - 13:23 WIB

Cegah Kecanduan Gawai, DPRD Bekasi Ajak Anak Muda Aktif di Pencak Silat

25 Februari 2026 - 11:54 WIB

Reses Anim Diserbu Warga, Jalan Rusak hingga Banjir Jadi Sorotan

25 Februari 2026 - 11:27 WIB

Trending di Advertorial