Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Hukum & Kriminalitas · 15 Agu 2023 13:45 WIB ·

Legislator PKS: Rendahnya Literasi Keuangan Penyebab Maraknya Kasus Pinjol di Masyarakat


 Legislator PKS: Rendahnya Literasi Keuangan Penyebab Maraknya Kasus Pinjol di Masyarakat Perbesar

SILUMANEWS.COM – JAKARTA, Anis Byarwati memberikan sambutan pada kegiatan penyuluhan jasa keuangan dengan tema ‘Urgensi Literasi dan Inklusi Keuangan’ yang dihadiri oleh 120 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) se Jakarta Timur.

Dalam kegiatan penyuluhan ini, Anis memaparkan Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, naik dibanding tahun 2019 yang hanya 38,03 persen.

Sementara, indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,10 persen, meningkat dibanding periode SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19 persen. Hal tersebut menunjukkan gap antara tingkat literasi dan tingkat inklusi semakin menurun, dari 38,16 persen di tahun 2019 menjadi 35,42 persen di tahun 2022.

Anis yang juga sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan menekankan terkait dampak minimnya literasi keuangan.
“Minimnya literasi inilah yang banyak mengakibatkan masyarakat terjerat kasus pinjaman on line (Pinjol). Maka penyuluhan dengan menghadirkan narasumber yang expert dibidangnya menjadi penting, agar dapat memberikan penjelasan secara gamblang dan masyarakat bisa memahami dengan lebih baik,” katanya pada Sabtu, (12/8/ 2023).

Di akhir sambutannya, Anggota Legislatif (Aleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta 1, Jakarta Timur ini menekankan urgensi peningkatan kualitas Literasi Keuangan terkait dengan pegelolaan keuangan, tabungan dan infestasi yang langsung berkenaan dengan masyarakat.

“Hal tersebut akan meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan yang benar melalui lembaga legal, sehingga masyarakat terhindar dari akses keuangan illegal,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Marak Tawuran Remaja Di Bekasi, Heri Koswara Minta Pemkot Bekasi Buat Gebrakan

30 Mei 2024 - 07:52 WIB

Tega Banget, Pencuri Spesialis Gasak Motor Buruh Bangunan Di Bekasi

25 Mei 2024 - 21:35 WIB

Curanmor di Tambun Beraksi Pagi-pagi, Pemiliknya Baru Beli hasil Gaji Setahun

25 Mei 2024 - 11:18 WIB

Aksi Curanmor Di Tambun Selatan Bekasi Kembali Terjadi

23 Mei 2024 - 20:57 WIB

FPKS Raih Penghargaan TPR Award, Heri Koswara: Kita Turut Senang dan Bangga

11 Mei 2024 - 10:55 WIB

Muzani Hadiri Kontes Sapi APPSI, Singgung Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

7 Mei 2024 - 05:19 WIB

Trending di Politik