Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Ekonomi · 4 Apr 2022 22:53 WIB ·

PKS: Keluarga Indonesia Jadi yang Paling Terimbas Berbagai Kenaikan Harga


 PKS: Keluarga Indonesia Jadi yang Paling Terimbas Berbagai Kenaikan Harga Perbesar

JAKARTA — Angka kemiskinan Indonesia diprediksi akan kembali ke dua digit tahun 2022. Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memprediksi tingkat kemiskinan pada 2022 bisa meningkat menjadi 10,81 persen atau 29,3 juta penduduk miskin di Indonesia.

Juru Bicara PKS Dr Kurniasih Mufidayati menyebutkan tekanan-tekanan terhadap ekonomi keluarga Indonesia akan semakin meningkat. Setelah kenaikan pertamax, beberapa komponen energi yang dikonsumsi juga diprediksi akan naik.

“Pemerintah sudah menyebut ada kemungkinan Pertalite dan gas LPG 3 Kg juga akan ikut naik. Sebelumnya premium dan solar subsidi sudah banyak menghilang dari pasaran. Keluarga Indonesia tidak punya pilihan selain terpaksa mengonsumsi apa yang tersedia di pasaran dengan harga yang meningkat,” sebut Kurniasih dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).

Kenaikan harga bahan pangan juga pasti memukul ekonomi keluarga Indonesia. Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) ini menyebut persoalan minyak goreng belum usai.

Setelah stok minyak goreng tiba-tiba melimpah di pasaran dengan harga tinggi, masyarakat seolah dibiarkan dilepaskan dengan sistem ekonomi bebas sesuai pasar.

“Tidak ada perlindungan terhadap keluarga Indonesia. Mereka seolah dilepaskan dengan sistem ekonomi liberal yang bebas. Ada barang tapi mahal, jika mau beli silahkan jika tidak maka tidak ada solusi dari pemerintah,” papar Kurniasih.

Belum lagi bicara beberapa kenaikan harga yang menjadi kabar buruk masyarakat Indonesia saat memasuki Ramadhan 2022.

“Harga PPN yang naik 11 persen juga pada akhirnya dibebankan ke konsumen lalu kabar kenaikan harga pulsa mengiringi kenaikan harga bahan pokok yang memang pasti terjadi saat Ramadhan hingga lebaran. Momentum kenaikan yang beruntun sebagai hadiah masyarakat memasuki bulan Ramadhan,” kata Kurniasih.

Kurniasih mengingatkan Indonesia menuju bonus demografi yang membuat segmen kelas menengah menjadi tulang punggung utama termasuk dalam ekonomi. Ia berpesan jangan sampai program pemulihan ekonomi dari pandemi justru hanya menguntungkan kelas menengah atas yang jumlahnya segelintir namun menikmati sumber ekonomi yang melimpah.

“Sementara kelas menengah yang saat ini dominan di keluarga Indonesia tidak mendapatkan akses terhadap pertahanan ekonomi keluarga. Program pemulihan ekonomi nasional harus berfokus pada keluarga Indonesia yang mendominasi kelas menengah dan menengah ke bawah, bukan sebaliknya,” ungkap Kurniasih.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Marak Tawuran Remaja Di Bekasi, Heri Koswara Minta Pemkot Bekasi Buat Gebrakan

30 Mei 2024 - 07:52 WIB

Tega Banget, Pencuri Spesialis Gasak Motor Buruh Bangunan Di Bekasi

25 Mei 2024 - 21:35 WIB

Curanmor di Tambun Beraksi Pagi-pagi, Pemiliknya Baru Beli hasil Gaji Setahun

25 Mei 2024 - 11:18 WIB

Aksi Curanmor Di Tambun Selatan Bekasi Kembali Terjadi

23 Mei 2024 - 20:57 WIB

FPKS Raih Penghargaan TPR Award, Heri Koswara: Kita Turut Senang dan Bangga

11 Mei 2024 - 10:55 WIB

Muzani Hadiri Kontes Sapi APPSI, Singgung Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

7 Mei 2024 - 05:19 WIB

Trending di Politik