Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Gaya Hidup · 18 Okt 2021 18:55 WIB ·

drh Slamet: Hari Pangan Sedunia Momentum Evaluasi Kedaulatan Pangan Dalam Negeri


 drh Slamet: Hari Pangan Sedunia Momentum Evaluasi Kedaulatan Pangan Dalam Negeri Perbesar

JAKARTA – Hari pangan sedunia yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober merupakan momentum tepat untuk mengevaluasi sejauh mana capaian pengelolaan pangan di Indonesia.

Persoalan pangan memang merupakan hidup dan mati suatu bangsa namun kedaulatan pangan adalah harga diri suatu bangsa, terlebih lagi di negeri agraris seperti indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota komisi IV DPR RI dari fraksi PKS drh Slamet saat dimintai keterangannya melalui telefon genggamnya.

Ia melanjutkan persoalan pangan tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang sederhana sebab pangan juga dapat dijadikan sebagai senjata untuk melakukan penjajahan terhadap suatu bangsa. Jika suatu negara ketersediaan pangannya sangat tergantung oleh pasokan dari negara lain maka sesungguhnya negara tersebut telah terjajah secara tidak langsung.

Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera ini pun mengungkapkan dari hasil evaluasi beberapa tahun terakhir kinerja sektor pangan justru banyak dipertanyakan sebab di tengah klaim Kementerian Pertanian neraca perdagangan sektor pertanian tiap tahun mengalami perbaikan namun untuk beberapa indikator global kondisi Indonesia justru memprihatinkan.

“Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan pangan menunjukkan Indonesia masih menempati ranking ke 60 dari 67 negara yang diukur,” kata Slamet di Senayan, Jakarta.

“Dengan nilai seperti itu menunjukkan bahwa kondisi indonesia jauh lebih buruk dari negera-negara Afrika seperti Ethopia (Rank 27), Zimbabwe (31), Zambia (32). Data Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index) juga menunjukkan nilai Indonesia terus mengalami penurunan bahkan tahun 2020 menyentuh angka 20.1 atau masuk dalam kategori negara dengan status kelaparan kronis,” tambahnya.

Selain itu menurut Slamet kondisi ketergantungan Indonesia terhadap produk pangan impor saat ini sudah masuk pada fase mengkhawatirkan. Hampir semua bahan pangan krusial, penyediaanya sangat tergantung dari impor.

“Lihat saja data impor beberapa komoditas selama semester pertama tahun ini misalnya impor beras sebanyak 221 ribu ton, garam 1,08 juta ton dari target 3,07 juta ton, gula 1,97 juta ton dari target 4 juta ton bahkan impor produk perikanan mencapai 42.079 ton, dengan nilai US$65,34 juta atau sekitar Rp942,2 miliar,” imbuhnya.

Jika diakumulasikan, kata Slamet total nilai impor pangan pada semester awal tahun 2021 adalah lebih dari 15 juta ton bahan pokok senilai US$ 8,37 miliar atau setara dengan Rp 118,9 triliun (kurs Rp 14.200/US$).
“Data-data ini tentu saja menjadi aleram bahwa masih banyak pekerjaan rumah dalam pengelolaan pangan nasional,” tukasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Padu Dadi Gemuyu Program Inovatif Kabupaten Banyumas Tekan Angka Kemiskinan

10 Desember 2023 - 21:19 WIB

Naik 5 Kali Lipat DPRD Kota Bekasi Minta Insan Pers dan Civil Society Awasi Dana Parpol

16 Oktober 2023 - 14:00 WIB

Pesan Khusus Haji Jalal Untuk PKS dan Masyarakat Indonesia di Pemilu 2024

16 Oktober 2023 - 13:59 WIB

Tanggap Bencana, PKS Banyumas Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih Di Wilayah Kekeringan Ekstrem

27 September 2023 - 20:46 WIB

Pengumuman Pemenang Undian Tabungan Ukhuwah Periode 1: Bank Syariah Riyal dan 37 BPRS Rayakan Kesuksesan Program Tabungan

31 Agustus 2023 - 14:26 WIB

Dr. Sahroji : Kunci Kebahagiaan Seorang Mukmin Perbanyak Sahabat

29 Agustus 2023 - 20:37 WIB

Trending di Gaya Hidup