Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Gaya Hidup · 31 Agu 2021 20:04 WIB ·

Legislator PKS Apresiasi Inovasi BI Luncurkan Program Sistem Pembayaran Handal SNAP


 Legislator PKS Apresiasi Inovasi BI Luncurkan Program Sistem Pembayaran Handal SNAP Perbesar

SILUMANEWS.COM, Jakarta – Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengan Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Senin (30/8/2021). Agenda rapat yang dilakukan secara virtual ini, anggota komisi XI dari Fraksi PKS, Anis Byarwati, menyampaikan beberapa catatan.

Anis Byarwati menyampaikan apresiasi kepada BI atas inovasi yang terus digulirkannya. Pada (17/8) Bank Indonesia meluncurkan program QRIS yaitu kombinasi dari berbagai jenis QR Code dalam berbagai penyelenggaraan jasa sistem pembayaran. Hal tersebut membuat kegiatan jual beli digital dengan menggunakan QR Code menjadi lebih aman, cepat, serta mudah.

Bulan Agustus ini, BI juga meluncurkan program inovasi baru yang bernama Standarisasi open Application Programming Interfaces (API) Pembayaran (SNAP) antara bank dan fintech. SNAP merupakan standar nasional protokol dan instruksi yang memfasilitasi interkoneksi antar aplikasi di proses transaksi pembayaran.

Peluncuran SNAP bertujuan menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif dan inovatif sehingga dapat menyediakan layanan sistem pembayaran kepada masyarakat yang efisien, aman dan handal.

Bersama dengan apresiasi tersebut, Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini mengajak Bank Indonesia untuk memikirkan tantangan yang dihadapi di era digital ini. Anis menegaskan bahwa program SNAP yang dijalankan berbasis digital, membutuhkan ketersediaan perangkat dan infrastruktur digital yang mumpuni. Sebagaimana diketahui bersama, Indonesia negeri yang terbentang sangat luas ini terdiri dari kepulauan yang sangat banyak. “BI perlu mendalami dan mempersiapkan strategi yang dapat digunakan untuk menjangkau Indonesia yang sangat luas ini,” ujarnya.

Selain itu, Anis juga menyoroti tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang masih rendah. Terutama untuk literasi digital yang menurut Anis harus benar-benar di tingkatkan dan diantisipasi.

Hal lain yang diingatkan politisi senior PKS ini mengenai resiko siber dan proteksi data yang perlu benar-benar dijaga. “Bagaimana agar data itu menjadi data berdaulat yang terproteksi dan tidak mudah bocor,” kata Anis. Ia juga menyampaikan perlunya kehati-hatian atas munculnya shadow banking (Lembaga-lembaga non bank yang melakukan aktivitas seperti bank) yang banyak bermunculan akhir-akhir ini.

Oleh karenanya, BI didorong untuk melakukan pembenahan kebijakan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat sebagai nasabah. “Intinya, kita perlu memikirkan bagaimana agar program SNAP yang bagus ini, dapat diantisipasi dari sisi infrastruktur, gangguan resiko siber, shadow banking dan dukungan kebijakan,” pungkas Anis.(*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

FPKS Raih Penghargaan TPR Award, Heri Koswara: Kita Turut Senang dan Bangga

11 Mei 2024 - 10:55 WIB

Muzani Hadiri Kontes Sapi APPSI, Singgung Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

7 Mei 2024 - 05:19 WIB

Soal Viralnya Foto Kaos Nomor 2 ASN Pemkot Bekasi, LPP KAMMI Bekasi Akan Laporkan Ke Bawaslu

11 Maret 2024 - 11:26 WIB

Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno

10 Januari 2024 - 18:56 WIB

Survey Meningkat, Almuzzammil Yusuf Sebutkan Isyarat Oposisi PKS Didukung Publik

30 Desember 2023 - 08:16 WIB

Padu Dadi Gemuyu Program Inovatif Kabupaten Banyumas Tekan Angka Kemiskinan

10 Desember 2023 - 21:19 WIB

Trending di Gaya Hidup