Menu

Mode Gelap
Serap Aspirasi Masyarakat Hj. Nur Azizah Tamhid Gelar Diskusi Publik Hubungan Pusat Dan Daerah Camat Purwokerto Timur Targetkan Imunisasi 95 Persen Antisipasi KLB Polio cVDPV2 Solidaritas Seribu Pemuda Kota Bekasi Akan Hadiri Orasi Politik Caleg Afrizal dan Romi Bareno Pj Wali Kota Bekasi Klarifikasi Terkait Isu Netralitas ASN Partai Ummat Desak Bawaslu Serius Tangani Indikasi Ketidaknetralan ASN Kota Bekasi

Nasional · 10 Agu 2021 16:15 WIB ·

Indonesia Krisis Orang Baik, Aleg PKS Ingatkan Figur Pejabat Publik Selain Kompetensi Punya Integritas


 Indonesia Krisis Orang Baik, Aleg PKS Ingatkan Figur Pejabat Publik Selain Kompetensi Punya Integritas Perbesar

SILUMANEWS.COM – Jakarta – Anggota komisi IV DPR RI drh. Slamet mempersoalkan terkait pengangkatan eks narapidana kasus korupsi Izedrik Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Legislator PKS mengatakan hal itu sangat tidak etis mengangkat pejabat komisaris dari eks narapidana kasus korupsi seolah negeri ini tidak ada lagi sumber daya manusia unggul yang lebih baik serta memiliki integritas.

“Apakah karena memang Indonesia sudah krisis orang baik jujur dan tidak berintegritas, sehingga memaksakan orang-orang yang sudah cacat secara integritas, atau memang para pemimpin bangsa ini sudah gelap mata,” tegasnya kepada media si Jakarta, Selasa (10/8/2021)

Pejabat publik seharusnya mempunyai track record yang baik, selain anti korupsi juga yang tak kalah penting memiliki budaya dan integritas, imbuhnya.

Aspek integritas dan figur yang baik, kata Slamet juga harusnya menjadi pertimbangan mendasar dalam pemilihan pejabat publik dan tidak hanya aspek kompetensi sebagai syarat utama.

Sebelumnya, dilansir dari situs media online tempo (4/8), SVP of Corporate Communication PT Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan pengangkatan tersebut sudah mengikuti ketentuan dan persyaratan “Pengangkatan ini sudah mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ada,” katanya.

Kendati dikatakan pengangkatan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang ada, drh. Slamet tetap memberikan kritik yang konstruktif bagi masa depan perkembangan anak perusahaan BUMN tersebut. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Starlink “Berbahaya” Bagi Indonesia

21 Mei 2024 - 04:24 WIB

FPKS Raih Penghargaan TPR Award, Heri Koswara: Kita Turut Senang dan Bangga

11 Mei 2024 - 10:55 WIB

Aktivis Mahasiswa Desak Pemerintah Mesir Tidak Abai atas Tragedi Kemanusiaan di Rafah

11 Mei 2024 - 05:26 WIB

Muzani Hadiri Kontes Sapi APPSI, Singgung Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

7 Mei 2024 - 05:19 WIB

SMSI dan Kedubes Iran Sepakat Jalin Kerjasama

30 April 2024 - 22:34 WIB

Perpres Publisher Rights Blunder, Wina Armada: Karpet Merah Kehancuran Pers Indonesia

30 April 2024 - 08:53 WIB

Trending di Nasional